Rantau Prapat - Tingkatkan sinergitas dalam penanganan konflik sosial di daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara hadiri Kegiatan Penilaian Laporan Rencana Aksi Daerah Penanganan Konflik Sosial. Rabu, (05/04/2023).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Permata Land, Labuhan Batu, ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Utara, Emir Mahbob Lubis. Dalam sambutannya, Emir menyampaikan apresiasi yang besar kepada para hadirin yang telah bersedia memenuhi undangan pada siang hari ini.
"Terima kasih saya sampaikan kepada para peserta serta narasumber yang telah berkenan ikut serta dalam kegiatan ini. Saya harap kegiatan ini dapat membangun sinergitas antar instansi di Sumatera Utara dalam menangani dan mencegah konflik sosial di daerah, khususnya di Provinsi Sumatera Utara," ujarnya.
Dengan menghadiri narasumber dari berbagai instansi mulai dari Fadlun Al Fitri dari Polres Labuhan Batu sampai dengan Fitra Nurjani Nasution, Kaban Kesbangpol Kabupaten Labuhanbatu, berbagai topik menjadi bahan pembahasan. Adapun salah satu yang ditekankan adalah bagaimana cara penanganan konflik yang dapat terjadi di masyarakat, khususnya saat menjelang tahun politik seperti saat ini.
"Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil dalam Negara Kesatuan Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945," jelas Fitra.
Menurutnya, dilaksanakannya Pemilu ini adalah untuk menyeleksi para pemimpin pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif serta untuk membentuk pemerintahan yang demokratis, kuat, dan memperoleh dukungan rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana UUD 1945.
"Kesbangpol sendiri memiliki peranan strategis dalam menjaga kondisi kondusif selama masa Pemilu ini. Oleh karenanya, kita harus bersama-sama bersinergi demi menekan konflik tersebut," ujar Fitra.
Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Subbidang Pemajuan Hak Asasi Manusia, Desni Prianty Eff Manik.