Headline News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

REKRUITMEN CPNS ZERO RUPIAH

01-10-2014 Hits:49 Kanwil Sumut Berita Utama

REKRUITMEN CPNS ZERO RUPIAH

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (I Wayan Sukerta,BcIP.SH.MH) Rabu (01/10'14) di hadapan seluruh peserta CPNS yang mengikuti verifikasi berkas asli dan pengambilan nomor ujian menyampaikan dalam pelaksanaan penerimaan CPNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Penerimaan...

UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TANGGAL 1 OKTOBER 2014 PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

01-10-2014 Hits:23 Kanwil Sumut Berita Utama

UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA TANGGAL 1 OKTOBER 2014 PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

          Medan, 1 Oktober 2014 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara melaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober bertempat di lapangan upacara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara.Kepala Kantor Wilayah Drs. I Wayan Sukerta,BcIP.SH.MH memimpin pelaksanaan upacara...

RAPAT KOORDINASI EKSTERNAL HIV AIDS KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

30-09-2014 Hits:61 Kanwil Sumut Berita Utama

RAPAT KOORDINASI EKSTERNAL HIV AIDS KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

            Medan, 26 September 2014 Tim Pokja HIV AIDS Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara bekerjasama dengan KPA (Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS) Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat koordinasi eksternal HIV AIDS bertempat di Ruang rapat lantai 1 Kantor...

KUNJUNGAN AWAK MEDIA DI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

29-09-2014 Hits:113 Kanwil Sumut Berita Utama

KUNJUNGAN AWAK MEDIA DI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

Bertempat di ruang kerja nya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Kamis (25/9/2014) menerima kunjungan dari awak media, baik dari media cetak, media elektronik dan media televisi. Dalam pertemuan tersebut Kepala Kantor Wilayah menyampaikan ucapan terima kasih...

Layanan keimigrasian

banner visa ollost-stolen-passbanner passport ol

Layanan Hak Cipta, Paten & Merek

diidmidpie-filing

Kesalahan
  • Galat memuat data pengumpan

Kedudukan Anak Luar Nikah Pasca Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010

EKAAnak-anak yang dilahirkan diluar perkawinan yang sah saat ini dapat bernafas lega, pasalnya pada hari Jumat 17 Februari 2012 Mahkamah Konstitusi kembali membuat putusan yang revolusioner. MK mengabulkan sebahagian permohonan pengujian Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan terhadap Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. MK menyatakan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur hubungan keperdataan anak di luar perkawinan bertentangan dengan UUD 1945. Permohonan pengujian pasal dimaksud diajukan oleh Machica Mochtar, artis yang menikah secara siri dengan Mantan Menteri Sekretaris Negara di Era Orde Baru Moerdiono. Machica memohonkan agar pasal 2 ayat (2) yang mengatur masalah pencatatan perkawinan dan pasal 43 ayat (1) yang mengatur status keperdataan anak luar kawin dinyatakan bertentangan dengan konstitusi dan harus dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum dengan segala akibatnya. Putusan ini tentunya menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, bagi pihak yang mendukung menilai putusan ini merupakan terobosan hukum yang progresif dalam melindungi anak, sedangkan bagi pihak yang kontra mengkhawatirkan putusan ini merupakan afirmasi dan legalisasi terhadap pernikahan siri maupun perbuatan zina, kumpul kebo (samen laven).

Apabila dilihat dari pertimbangan hukumnya, maka kekhawatiran pihak yang kontra terhadap putusan ini sebenarnya tidak beralasan. Justru putusan ini memberikan pesan moral kepada laki-laki untuk tidak sembarangan melakukan hubungan seks diluar pernikahan, karena ada implikasi yang akan dipertanggungjawabkan akibat perbuatannya tersebut. MK bermaksud agar anak yang dilahirkan di luar pernikahan mendapatkan perlindungan hukum yang memadai, karena pada prinsipnya anak tersebut tidak berdosa karena kelahirannya di luar kehendaknya. Anak yang dilahirkan tanpa memiliki kejelasan status ayah seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan stigma di tengah-tengah masyarakat. Hukum harus memberi perlindungan dan kepastian hukum yang adil terhadap status seorang anak yang dilahirkan dan hak-hak yang ada padanya, termasuk terhadap anak yang dilahirkan meskipun keabsahan perkawinannya masih dipersengketakan (lihat Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010).

Prinsip equality before the Law dalam Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010

Pengaturan mengenai kedudukan anak luar nikah yang diatur dalam ketentuan Pasal 43 UU Nomor 1 Tahun 1974 selama ini dianggap tidak cukup memadai dalam memberikan perlindungan hukum dan cenderung diskriminatif, status anak di luar nikah atau anak yang dilahirkan diluar perkawinan yang sah hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya tanpa adanya tanggung jawab dari ayah biologisnya.

Putusan MK ini juga mencerminkan prinsip Persamaan di hadapan hukum (equality before the law) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28D ayat (1) yang berbunyi : "Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum." Scheltema, merumuskan pandangannya tentang unsur-unsur dan asas-asas Negara Hukum itu secara baru yang meliputi 5 (lima) hal, salah satu diantaranya adalah prinsip persamaan dihadapan hukum, berlakunya persamaan (Similia Similius atau Equality before the Law) dalam negara hukum bermakna bahwa Pemerintah tidak boleh mengistimewakan orang atau kelompok orang tertentu, atau memdiskriminasikan orang atau kelompok orang tertentu. Di dalam prinsip ini, terkandung (a) adanya jaminan persamaan bagi semua orang di hadapan hukum dan pemerintahan, dan (b) tersedianya mekanisme untuk menuntut perlakuan yang sama bagi semua warga Negara. Dengan demikian Hukum harus memberi perlindungan dan kepastian hukum yang adil terhadap status setiap anak yang dilahirkan dan hak-hak yang ada padanya, termasuk terhadap anak yang dilahirkan diluar perkawinan yang sah menurut peraturan perundang-undangan.

Akibat Hukum Putusan MK

Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 menyatakan bahwa Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang berbunyi "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya" bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sepanjang dimaknai menghilangkan hubungan perdata dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum ternyata mempunyai hubungan darah sebagai ayahnya, sehingga ayat tersebut harus dibaca, "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya".

Apabila dianalisis, maka logika hukumnya Putusan ini menimbulkan konsekuensi adanya hubungan nasab anak luar nikah dengan bapak biologisnya; adanya hak dan kewajiban antara anak luar nikah dan bapak biologisnya, baik dalam bentuk nafkah, waris dan lain sebagainya. Hal ini tentunya berlaku apabila terlebih dahulu dilakukan pembuktian melalui ilmu pengetahuan dan teknologi seperti : tes DNA dan lain sebagainya yang menyatakan bahwa benar anak diluar nikah tersebut memiliki hubungan darah dengan laki-laki sebagai ayah biologisnya itu. oleh : Eka N.A.M. Sihombing, SH, M.Hum*

*Perancang Peraturan Perundang-undangan pada Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara


SUMUT kakanwil2

banner pengaduan masya 250

BANNER SELEKSI DITJENPAS kanwil

 

Galeri Produk Narapidana

Link Terkait

kemenkumham ri webmaillpsebanner ppidbanner mppnbanner foss kumham

Galeri Foto


sampel 1sampel 3sampel 2

Statistik Pengunjung

Harian19
Mingguan733
Bulanan157
Total23938

Unit-unit Kemenkumham

ditjen-ppditjen-
ahu

ditjen-imigrasiditjen-pas

ditjen-hamditjen-hki

bphnitjen

bpsdmbalitbang