TATA NILAI

PASTI SYMBOL FINAL

Galeri Foto


IMG_0302DIKPIM2015_1IMG_1321Rutan_MedanIMG_0367

Unit-unit Kemenkumham

ditjen-ppditjen-
ahu

ditjen-imigrasiditjen-pas

ditjen-hamditjen-hki

bphnitjen

bpsdmbalitbang

Statistik Pengunjung

Harian1
Mingguan4
Bulanan31
Total34069

Headline News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Prev Next

Kadiv. Administrasi Menerima Audiensi Baznas Provsu

21-03-2017 Hits:25 Kanwil Sumut Berita Utama

Kadiv. Administrasi Menerima Audiensi Baznas Provsu

(Medan, 21 Maret 2017) Mewakili Kepala Kantor Wilayah yang sedang bertugas ke Nias, Kadiv. Administrasi (Imam Jauhari) menerima kunjungan Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Utara (H. Amansyah Nasution, M.SP.) dan Wakil Ketua-I Baznas Provinsi Sumatera Utara (H. M....

Kegiatan Konsultasi Teknis Pelaksanaan Anggaran

21-03-2017 Hits:35 Kanwil Sumut Berita Utama

Kegiatan Konsultasi Teknis Pelaksanaan Anggaran

(Medan, 21 Maret 2017) Kepala Kantor Wilayah yang diwakili oleh Kepala Divisi Administrasi (Imam Jauhari) membuka kegiatan Konsultasi Teknis Pelaksanaan Anggaran Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara yang dilaksanakan oleh Biro Keuangan Kementerian Hukum dan HAM RI...

Menteri Hukum dan HAM Meresmikan Diklat Teknis Pengamanan Kepala Regu dan P2U Lapas/Rutan se-Indonesia

20-03-2017 Hits:50 Kanwil Sumut Berita Utama

Menteri Hukum dan HAM Meresmikan Diklat Teknis Pengamanan Kepala Regu dan P2U Lapas/Rutan se-Indonesia

(Medan, 20 Maret 2017) Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, meresmikan pembukaan Diklat Pengamanan Kepala Regu dan Penjaga Pintu Utama di Lapas/Rutan se-Indonesia melalui media Teleconference  di setiap kantor wilayah. Yasonna mengharapkan dengan diklat ini bisa meningkatkan kemampuan para Karupam...

AUDIENSI KEPALA KANTOR WILAYAH DENGAN KODAM I / BB, PANGLIMA : KODAM AKAN BERSINERGI DENGAN KANTOR WILAYAH HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

20-03-2017 Hits:118 Kanwil Sumut Berita Utama

AUDIENSI KEPALA KANTOR WILAYAH DENGAN KODAM I / BB,  PANGLIMA : KODAM AKAN BERSINERGI DENGAN KANTOR WILAYAH HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA

Medan – Guna mewujudkan peningkatan hubungan koordinasi dan kerjasama dalam mengantisipasi terjadinya berbagai permasalahan dalam pengamanan Lapas dan Rutan di Jajaran Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sumatera Utara, Kepala Kantor Wilayah, Ibnu Chuldun, Selasa (20/03/2017) melakukan audiensi dengan Panglima Kodam...

Dirjen PAS Memberikan Pembekalan Peserta Diklat Pengamanan Kepala Regu dan P2U

20-03-2017 Hits:37 Kanwil Sumut Berita Utama

Dirjen PAS Memberikan Pembekalan Peserta Diklat Pengamanan Kepala Regu dan P2U

(Medan, 20 Maret 2017) Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, I Wayan K. Dusak, memberikan pembekalan kepada para peserta Diklat Teknis Pengamanan Kepala Regu dan Pengamanan Pintu Utama (P2U) Lapas/Rutan se-Sumatera Utara yang nantinya secara resmi akan dibuka...

Kedudukan Anak Luar Nikah Pasca Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010

EKAAnak-anak yang dilahirkan diluar perkawinan yang sah saat ini dapat bernafas lega, pasalnya pada hari Jumat 17 Februari 2012 Mahkamah Konstitusi kembali membuat putusan yang revolusioner. MK mengabulkan sebahagian permohonan pengujian Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan terhadap Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. MK menyatakan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur hubungan keperdataan anak di luar perkawinan bertentangan dengan UUD 1945. Permohonan pengujian pasal dimaksud diajukan oleh Machica Mochtar, artis yang menikah secara siri dengan Mantan Menteri Sekretaris Negara di Era Orde Baru Moerdiono. Machica memohonkan agar pasal 2 ayat (2) yang mengatur masalah pencatatan perkawinan dan pasal 43 ayat (1) yang mengatur status keperdataan anak luar kawin dinyatakan bertentangan dengan konstitusi dan harus dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum dengan segala akibatnya. Putusan ini tentunya menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, bagi pihak yang mendukung menilai putusan ini merupakan terobosan hukum yang progresif dalam melindungi anak, sedangkan bagi pihak yang kontra mengkhawatirkan putusan ini merupakan afirmasi dan legalisasi terhadap pernikahan siri maupun perbuatan zina, kumpul kebo (samen laven).

Apabila dilihat dari pertimbangan hukumnya, maka kekhawatiran pihak yang kontra terhadap putusan ini sebenarnya tidak beralasan. Justru putusan ini memberikan pesan moral kepada laki-laki untuk tidak sembarangan melakukan hubungan seks diluar pernikahan, karena ada implikasi yang akan dipertanggungjawabkan akibat perbuatannya tersebut. MK bermaksud agar anak yang dilahirkan di luar pernikahan mendapatkan perlindungan hukum yang memadai, karena pada prinsipnya anak tersebut tidak berdosa karena kelahirannya di luar kehendaknya. Anak yang dilahirkan tanpa memiliki kejelasan status ayah seringkali mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan stigma di tengah-tengah masyarakat. Hukum harus memberi perlindungan dan kepastian hukum yang adil terhadap status seorang anak yang dilahirkan dan hak-hak yang ada padanya, termasuk terhadap anak yang dilahirkan meskipun keabsahan perkawinannya masih dipersengketakan (lihat Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010).

Prinsip equality before the Law dalam Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010

Pengaturan mengenai kedudukan anak luar nikah yang diatur dalam ketentuan Pasal 43 UU Nomor 1 Tahun 1974 selama ini dianggap tidak cukup memadai dalam memberikan perlindungan hukum dan cenderung diskriminatif, status anak di luar nikah atau anak yang dilahirkan diluar perkawinan yang sah hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya tanpa adanya tanggung jawab dari ayah biologisnya.

Putusan MK ini juga mencerminkan prinsip Persamaan di hadapan hukum (equality before the law) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28D ayat (1) yang berbunyi : "Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum." Scheltema, merumuskan pandangannya tentang unsur-unsur dan asas-asas Negara Hukum itu secara baru yang meliputi 5 (lima) hal, salah satu diantaranya adalah prinsip persamaan dihadapan hukum, berlakunya persamaan (Similia Similius atau Equality before the Law) dalam negara hukum bermakna bahwa Pemerintah tidak boleh mengistimewakan orang atau kelompok orang tertentu, atau memdiskriminasikan orang atau kelompok orang tertentu. Di dalam prinsip ini, terkandung (a) adanya jaminan persamaan bagi semua orang di hadapan hukum dan pemerintahan, dan (b) tersedianya mekanisme untuk menuntut perlakuan yang sama bagi semua warga Negara. Dengan demikian Hukum harus memberi perlindungan dan kepastian hukum yang adil terhadap status setiap anak yang dilahirkan dan hak-hak yang ada padanya, termasuk terhadap anak yang dilahirkan diluar perkawinan yang sah menurut peraturan perundang-undangan.

Akibat Hukum Putusan MK

Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 menyatakan bahwa Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang berbunyi "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya" bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sepanjang dimaknai menghilangkan hubungan perdata dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum ternyata mempunyai hubungan darah sebagai ayahnya, sehingga ayat tersebut harus dibaca, "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya".

Apabila dianalisis, maka logika hukumnya Putusan ini menimbulkan konsekuensi adanya hubungan nasab anak luar nikah dengan bapak biologisnya; adanya hak dan kewajiban antara anak luar nikah dan bapak biologisnya, baik dalam bentuk nafkah, waris dan lain sebagainya. Hal ini tentunya berlaku apabila terlebih dahulu dilakukan pembuktian melalui ilmu pengetahuan dan teknologi seperti : tes DNA dan lain sebagainya yang menyatakan bahwa benar anak diluar nikah tersebut memiliki hubungan darah dengan laki-laki sebagai ayah biologisnya itu. oleh : Eka N.A.M. Sihombing, SH, M.Hum*

*Perancang Peraturan Perundang-undangan pada Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara

BERITA UNIT PELAKSANA TEKNIS

Default Image
Jan 27, 2014 8944

ACARA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN KEPALA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA LABUHAN RUKU, KEPALA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB LUBUK PAKAM, DAN KEPALA RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB SIDIKALANG

in Berita Satuan Kerja
Medan (11/11) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara melaksanakan acara pelantikan dan…
Default Image
Feb 26, 2013 12103

ACARA SERAH TERIMA JABATAN KEPALA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA ANAK MEDAN

in Berita Satuan Kerja
Medan, (25/2) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara mengadakan Acara Serah Terima…

KEPALA KANTOR WILAYAH

kakanwil-ibnu-bendera

Drs. IBNU CHULDUN, Bc.IP.,S.H.,M.Si.
NIP. 19660328 198811 1 001

banner pengaduan masya 250lapor

LAYANAN PUBLIK

Layanan KeimigrasianLayanan AHULayanan BPHNLayanan HKILayanan PASLayanan PP

APLIKASI

lpsekumhamrupkumhamsimpegperpustakaanppidimel